KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 2588. | Keanekaan gaya mazmur terbentuk baik dalam liturgi umum di kenisah maupun dalam hati masing-masing pendoa. Entah madah pujian, ratapan atau lagu syukur, permohonan pribadi atau bersama, madah raja-raja atau lagu ziarah ataupun renungan mengenai kebijaksanaan, mazmur-mazmur itu mencerminkan karya-karya agung Allah dalam sejarah umat-Nya dan di dalam situasi manusiawi yang dialami oleh pemazmur sendiri. Kalau satu mazmur menceriterakan kembali kejadian di masa lampau, ia melakukannya dengan sangat sederhana, sehingga ia dapat didoakan oleh manusia dari setiap golongan dan segala zaman.
| | 2589. | Mazmur-mazmur itu sama dalam banyak hal: kesederhanaan dan spontanitas doa; kerinduan akan Allah, yang dimiliki pendoa bersama dengan segala sesuatu yang baik dalam ciptaan. Dalam doa mazmur diungkapkan situasi sulit orang beriman, yang karena cintanya kepada Tuhan harus berhadapan dengan musuh dan godaan, namun tetap menantikan apa yang dilakukan Allah yang setia, sambil berpegang teguh pada cinta kasih Tuhan dan menyerahkan diri kepada kehendak-Nya. Nada dasar doa mazmur adalah pujian, karenanya judul himpunan ini sesuai dengan isinya: "Madah Pujian". Disusun untuk ibadah umat, mazmur-mamur mengajak untuk berdoa dan serentak bernyanyi sebagai jawaban: Hallelu-Yah!, "Pujilah Tuhan".
"Apakah ada yang lebih baik dari sebuah mazmur? Karena itu Daud mengatakan dengan tepat: Pujilah Tuhan, sebab mazmur adalah sesuatu yang baik; berilah pujian yang mesra, yang indah! bagi Allah. Dan itu memang benar. Karena mazmur adalah satu pujian yang diucapkan oleh umat, satu pujian Allah oleh himpunan umat, sambutan baik dari semua, perkataan yang diucapkan bersama, suara Gereja, pernyataan iman yang merdu bunyinya ..." (Ambrosius, Psal. 1, 9).
| | 2590. | "Doa adalah pengangkatan jiwa kepada Allah atau satu permohonan, yang ditujukan kepada Allah untuk memperoleh hal-hal yang benar (Yohanes Damaskus, f.o. 3,24).
| | 2591. | Tanpa mengenal lelah, Allah memanggil setiap manzisia untuk pertemuan yang penuh rahasia dengan Dia. Doa menyertai sejarah keselamatan sebagai satu seruan Allah mencari manusia dan satu seruan manusia mencari Allah.
| | 2592. | Doa Abraham dan Yakub itu bagaikan satu perjuangan iman yang dilakukan dalam kepercayaan kepada kesetiaan Allah, dalam kepastian, kemenangan yang dijanjikan kepada orang yang tabah.
| | 2593. | Doa Musa menjawab campur tangan Allah yang hidup demi keselamatan umat-Nya. Ia adalah pralambang doa syafaat Yesus Kristus, Perantara satu-satunya.
| << >>
|