Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki,( 67, 834 / 883-901)
SEJARAH PAUS

Ensiklik & Surat Paus

Dokumen KV 2

No: masukkan no. yang dikehedaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi-(catatan kaki lihat versi Cetak) 

Katekismus Gereja Katolik
Katekismus Gereja Katolik
www.imankatolik.or.id
Cari Kata dalam KGK
www.imankatolik.or.id
Nomor:
masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901
Kata:
masukkan kata yang akan dicari untuk
menunjukkan no. katekismus

467.'Monofisitisme' mengatakan bahwa kodrat manusiawi terlebur dalam Kristus, ketika kodrat itu diterima oleh Pribadi ilahi-Nya, oleh Putera Allah. Konsili ekumenis keempat yang berkumpul di Kalsedon pada tahun 451 menjelaskan melawan bidah ini:
"Sambil mengikuti para bapa yang kudus kami semua sepakat untuk mengajarkan, untuk mengakui Tuhan kita Yesus Kristus sebagai Putera yang satu dan sama; yang sama itu sempurna dalam ke-Allah-an dan yang sama sempurna dalam kemanusiaan; yang sama itu sungguh Allah dan sungguh manusia dari jiwa yang berakal budi dan dari tubuh; yang sama menurut ke-Allah-an-Nya sehakikat dengan Bapa dan menurut kemanusiaan-Nya sehakikat dengan kita, 'sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa' (Ibr 4:15). Yang sama pada satu pihak menurut ke-Allah-an-Nya dilahirkan dari Bapa sebelum segala waktu, di lain pihak menurut kemanusiaan-Nya dalam hari-hari terakhir karena kita dan demi keselamatan kita, dilahirkan dari Maria, perawan [dan] Bunda Allah.

Yang satu dan sama itu adalah Kristus, Putera tunggal dan Tuhan, yang diakui dalam dua kodrat, tidak tercampur, tidak berubah, tidak terpisah dan tidak mungkin dibagi-bagikan, di mana perbedaan kodrat tidak dihilangkan karena persatuan, tetapi kekhususan dari tiap kodrat itu dipertahankan dan mempersatukan diri dalam satu pribadi dan dalam satu hupostasis" (DS 301-302).

468.Sesudah Konsili Kalsedon, beberapa orang menafsirkan kodrat manusiawi Kristus seperti semacam pribadi yang berdiri sendiri. Melawan mereka konsili ekumenis kelima yang berkumpul di Konstantinopel pada tahun 553 mengakui dalam hubungan dengan Kristus, "satu hupostasis [pribadi] ialah Tuhan Yesus Kristus, yang adalah satu dari Tritunggal Maha Kudus" (DS 424). Dengan demikian, segala sesuatu yang ada pada kodrat manusiawi Kristus harus dikenakan kepada Pribadi ilahi-Nya sebagai pembawa-Nya yang sebenarnya Bdk. Konsili Efesus: DS 255., bukan hanya mukjizat-mukjizat melainkan juga penderitaan Bdk. DS 424. dan malahan juga kematian, karena "Tuhan Yesus Kristus yang disalibkan dalam daging adalah sungguh Allah dan Tuhan kemuliaan dan satu dari Tritunggal Maha Kudus" (DS 432).

469.Jadi, Gereja mengakui bahwa Yesus itu sungguh Allah dan sungguh manusia secara tidak terpisahkan. Ia sesungguhnya Putera Allah, yang menjadi manusia, saudara kita, dan tetap tinggal Allah Tuhan kita:
"Ia tetap Allah, namun sekaligus juga manusia sejati", demikian nyanyian liturgi Romawi (Ibadat Pagi 1 Januari) Bdk. St. Leo Agung, serm. 21, 2-3.. Dan liturgi santo Yohanes Krisostomus mewartakan dan menyanyikan: "O Putera yang tunggal dan Sabda Allah, walaupun tidak dapat mati, Engkau berkenan demi keselamatan kami, menerima daging dari Maria Bunda Allah yang suci dan tetap perawan. Tanpa perubahan Engkau menjadi manusia dan disalibkan, O Kristus, Allah; melalui kematian-Mu Engkau menghancurkan kematian; Engkau adalah satu dari Tritunggal Kudus, dimuliakan bersama Bapa dan Roh Kudus: selamatkanlah kami" (Tropafion"O monogenis").

470.Karena dalam inkarnasi, dalam persatuan yang penuh rahasia ini, "kodrat manusia disambut, bukannya dienyahkan" (GS 22,2), Gereja harus berusaha sepanjang sejarah, supaya mengakui kenyataan penuh dari jiwa Kristus yang manusiawi, dengan kegiatan akal budi dan kehendak-Nya, demikian pula dari tubuh manusiawi-Nya. Tetapi pada waktu yang sama, ia juga harus memperingatkan bahwa kodrat manusiawi Kristus termasuk Pribadi Putra Allah yang ilahi, oleh-Nya ia diterima. Segala sesuatu yang Kristus ada dan lakukan dalam pribadi-Nya, ada dan dilakukan oleh satu "Pribadi dari Tritunggal". Dengan demikian, Putera Allah menyampaikan cara ada-Nya sendiri dalam Tritunggal kepada kodrat manusiawi-Nya. Baik dalam jiwa-Nya maupun dalam tubuh-Nya, Kristus menyatakan kehidupan Tritunggal Maha Kudus secara manusiawi Bdk. Yoh 14:9-10.:
"Sebab Dia, Putera Allah, dalam penjelmaan-Nya dengan cara tertentu telah menyatukan Diri dengan setiap orang. Ia telah bekerja memakai tangan manusiawi, Ia berpikir memakai akal budi manusiawi, Ia bertindak atas kehendak manusiawi, Ia mengasihi dengan hati manusiawi. Ia telah lahir dari Perawan Maria, sungguh menjadi salah seorang di antara kita, dalam segalanya sama seperti kita, kecuali dalam hal dosa" (GS 22,2).

471.Apolinarius dari Laodisea berpendapat, dalam Kristus Sabda menggantikan jiwa atau roh. Melawan kekeliruan ini Gereja mengakui bahwa Putera abadi juga menerima jiwa manusiawi yang berakal budi Bdk. DS 149.

472.Jiwa manusiawi ini, yang diterima Putera Allah, benar-benar dilengkapi dengan kemampuan untuk mengetahui secara manusiawi. Kemampuan ini sebenarnya tidak mungkin tanpa batas: ia bertindak dalam kondisi historis keberadaannya dalam ruang dan waktu. Karena itu, Putera Allah, ketika Ia menjadi manusia, hendak bertambah pula "dalam kebijaksanaan dan usia dan rahmat" (Luk 2:52). Ia hendak menanyakan apa yang seorang manusia harus belajar dari pengalaman Bdk. misalnya Mrk 6:38; 8:27; Yoh 11:34.. Dan ini sesuai dengan kenyataan bahwa dengan sukarela Ia mengambil "rupa seorang hamba" (Flp 2:7).

473.Tetapi pada waktu yang sama, dalam pengetahuan manusiawi yang sesungguhnya dari Putera Allah, nyata pula kehidupan ilahi pribadi-Nya Bdk. Gregorius Agung: DS 475.. "Kodrat manusiawi Putera Allah mengenal dan menyatakan dalam diri-Nya - bukan dari diri sendiri, melainkan berdasarkan hubungan-Nya dengan Sabda - segala sesuatu, yang dimiliki Allah" (Maksimus Pengaku Iman, qu. dub. 66). Itu berlaku pada tempat pertama mengenai pengetahuan langsung dan batin, yang Putera Allah terjelma miliki tentang Bapa-Nya Bdk. misalnya Mrk 14:36; Mat 11:27; Yoh 1:18; 8:55.. Dalam pengetahuan manusiawi-Nya Putera juga menunjukkan pengetahuan ilahi tentang pikiran hati manusia yang rahasia Bdk.misalnyaMrk2:8; Yoh 2:25; 6:6 1.

474.Karena Kristus dalam pribadi Sabda terjelma dipersatukan dengan kebijaksanaan ilahi, maka pengetahuan manusiawi-Nya mengetahui sepenuhnya keputusan-keputusan abadi, yang untuk menyingkapkannya Ia telah datang Bdk. Mrk 8:31; 9:31; 10:33-34; 14:18-20.26-30.. Mengenai apa, yang dalam hubungan ini Ia akui bahwa Ia tidak tahu Bdk. Mrk 13:32., Ia jelaskan pada tempat lain bahwa Ia tidak ditugaskan untuk menyingkapkan-Nya Bdk. Kis 1:7.

475.Oleh karena itu, Gereja mengakui dalam konsili ekumenis keenam (Konsili Konstantinopel III pada tahun 661) imannya bahwa Kristus menurut kodrit-Nya mempunyai dua macam kehendak dan tindakan - satu ilahi dan satu manusiawi. Keduanya ini tidak bertentangan satu sama lain, tetapi bekerja sama sedemikian, sehingga Sabda yang telah menjadi manusia dalam ketaatan-Nya sebagai manusia terhadap Bapa-Nya menghendaki segala sesuatu, yang Ia sebagai Allah bersama Bapa dan Roh Kudus sudah putuskan demi keselamatan kita Bdk. DS 556-559.. Kehendak manusiawi Kristus "patuh dan tidak melawan dan tidak menentang, tetapi menyesuaikan diri dengan kehendak-Nya yang ilahi dan mahakuasa" (DS 356).

476.Karena Sabda menjadi manusia dan menerima kodrat manusia yang sesungguhnya, maka Kristus "terbatas dalam tubuh" Bdk. Sin. Lateran 649: DS 504.. Karena itu, wajah manusiawi Yesus dapat "dilukiskan dengan terang di depan kita" (Gal 3:1). Dalam konsili ekumenis ketujuh (Konsili Nisea 11 pada tahun 787) Bdk. DS 600-603. Gereja mengakui sebagai hal yang wajar, untuk melukiskan Kristus dalam gambar-gambar kudus.

477.Gereja juga mengakui sejak dulu bahwa kita "mengenal Allah yang tak kelihatan dalam diri Penebus yang kelihatan", (MR, Prefasi Natal). Memang kekhususan individual tubuh Kristus menyatakan Pribadi ilahi Putera Allah. Ia sudah menerima bentuk-bentuk tubuh manusiawi-Nya sedemikian, sehingga mereka boleh dihormati dalam gambar pada lukisan kudus, karena orang beriman yang menghormati gambar-Nya, "menghormati Pribadi yang digambarkan di dalamnya" (Konsili Nisea II: DS 601).

478.Selama hidup-Nya, sakratul maut-Nya di taman Zaitun dan dalam kesengsaraan-Nya, Yesus mengenal dan mencintai kita semua dan setiap orang dan menyerahkan Diri untuk setiap kita: "Putera Allah" telah "mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku" (Gal 2:20). Ia mencintai kita dengan hati seorang manusia. Atas dasar itu, maka hati Yesus tersuci, yang ditembus oleh dosa kita dan demi keselamatan kita Bdk. Yoh 19:34. dilihat sebagai tanda pengenal paling ampuh dan sebagai lambang cinta, yang dengannya Penebus ilahi tetap mencintai Bapa abadi dan semua manusia" (Pius XII, Ens. "Haurietis aquas": DS 3924) Bdk. DS 3812.

479.Pada waktu yang telah ditentukan Allah, Putera Allah yang tunggal, Sabda abadi, dan citra hakikat Bapa, telah menjadi manusia: Ia telah menerima kodrat manusiawi, tanpa kehilangan kodrat ilahi.

480.Yesus Kristus sungguh Allah dan sungguh manusia dalam kesatuan Pribadi ilahi-Nya; karena itu Ia adalah perantara satu-satunya antara Allah dan manusia.

<<   >>