Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki,( 67, 834 / 883-901)
SEJARAH PAUS

Ensiklik & Surat Paus

Dokumen KV 2

No: masukkan no. yang dikehedaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi-(catatan kaki lihat versi Cetak) 

Katekismus Gereja Katolik
Katekismus Gereja Katolik
www.imankatolik.or.id
Cari Kata dalam KGK
www.imankatolik.or.id
Nomor:
masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901
Kata:
masukkan kata yang akan dicari untuk
menunjukkan no. katekismus

481.Yesus Kristus memiliki dua kodrat, yang ilahi dan yang manusiawi; keduanya tidak dicampur-adukkan satu dengan yang lain, tetapi disatukan dalam Pribadi Putra Allah yang satu.

482.Karena Kristus sungguh Allah dan sungguh manusia, Ia memiliki akal budi manusiawi dan kehendak manusiawi. Keduanya serasi dengan dan patuh terhadap akal budi ilahi-Nya dan kehendak ilahi-Nya, yang Ia miliki bersama Bapa dan Roh Kudus.

483.Inkarnasi [penjelmaan menjadi manusia] dengan demikian adalah misteri persatuan yang mengagumkan dari kodrat ilahi dan kodrat manusiawi dalam Pribadi Sabda.

484.Pewartaan kepada Maria membuka "kegenapan waktu" (Gal 4:4): Janji-janji terpenuhi, persiapan sudah selesai. Maria dipanggil supaya mengandung Dia, yang di dalam-Nya akan tinggal "seluruh kepenuhan ke-Allah-an secara jasmaniah" (Kol 2:9). Jawaban ilahi atas pertanyaan Maria: "Bagaimana mungkin hal itu terjadi karena aku belum bersuami?" (Luk 1:34) menunjukkan kekuasaan Roh: "Roh Kudus akan turun atasmu" (Luk 1:35).

485.Perutusan Roh Kudus selalu berhubungan dengan perutusan Putera dan diarahkan kepada-Nya Bdk. Yoh 16:14-15.. Roh Kudus diutus supaya menguduskan rahim perawan dan membuahinya secara ilahi; Ia, "yang adalah Tuhan dan menghidupkan", menyebabkan bahwa perawan mengandung Putera abadi Bapa, yang menerima kodrat manusiawi dari dia.

486.Putera tunggal Bapa, yang dikandung oleh Perawan Maria sebagai manusia, adalah "Kristus", artinya diurapi Roh Kudus Bdk. Mat 1:20; Luk 1:35., sejak awal keberadaan manusiawi-Nya juga apabila itu baru dinyatakan selangkah demi selangkah: mula-mula kepada para gembala Bdk. Luk 2:8-20., lalu kepada para ahli nujum Bdk. Mat 2:1-12., Yohanes Pembaptis Bdk. Yoh 1:31-34. dan para murid Bdk. Yoh 2:11.. Seluruh kehidupan Yesus akan menyatakan bahwa "Allah mengurapi-Nya dengan Roh Kudus dan kuat kuasa" (Kis 10:38).

487.Apa yang Gereja Katolik percaya dan ajarkan tentang Maria, berakar dalam iman akan Kristus, tetapi sekaligus juga menjelaskan iman akan Kristus.

488."Tuhan telah mengutus Putera-Nya" (Gal 4:4). Tetapi supaya menyediakan "tubuh bagi-Nya" (Ibr 10:5), menurut kehendak-Nya haruslah satu makhluk bekerja sama dalam kebebasan. Untuk tugas menjadi ibu Putera-Nya, Allah telah memilih sejak kekal seorang puteri Israel, seorang puteri Yahudi dari Nasaret di Galilea, seorang perawan, yang "bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud: nama perawan itu Maria" (Luk 1:26-27).
"Adapun Bapa yang penuh belas kasihan menghendaki, supaya penjelmaan Sabda didahului oleh persetujuan dari pihak dia, yang telah ditetapkan menjadi Bunda-Nya. Dengan demikian, seperti dulu wanita mendatangkan maut, sekarang pun wanitalah yang mendatangkan kehidupan" (LG 56) Bdk. LG 61.

489.Sepanjang Perjanjian Lama panggilan Maria sudah dipersiapkan oleh perutusan wanita-wanita saleh. Kendati ketidak-taatannya, sejak awal sudah dijanjikan kepada Hawa bahwa ia akan mendapat turunan, yang akan mengalahkan yang jahat Bdk. Kej 3:15., dan akan menjadi ibu semua orang hidup Bdk. Kej 3:20.. Berdasarkan janji ini, Sara mendapat seorang putera kendati usianya sudah lanjut Bdk. Kej 18:10-14; 21:1-2.. Bertentangan dengan harapan manusiawi, Allah memilih apa yang bodoh dan lemah bagi dunia Bdk. 1 Kor 1:27., supaya menunjukkan bahwa ia setia pada janji-Nya: Hanna, ibu Samuel Bdk. 1 Sam 1., Debora, Rut, Yudit, dan Ester, demikian pula banyak wanita yang lain lagi. Maria adalah "yang unggul di tengah Umat Tuhan yang rendah dan miskin, yang penuh kepercayaan mendambakan serta menerima keselamatan dari-Nya. Akhirnya ketika muncullah ia, Puteri Sion yang amat mulia, sesudah pemenuhan janji lama dinanti-nantikan, genaplah masanya" (LG 55).

490.Karena Maria dipilih menjadi bunda Penebus, "maka ia dianugerahi karunia-karunia yang layak untuk tugas yang sekian luhur" (LG 56). Waktu pewartaan, malaikat menyalaminya sebagai "penuh rahmat" (Luk 1:28). Supaya dapat memberikan persetujuan imannya kepada pernyataan panggilannya, ia harus dipenuhi seluruhnya oleh rahmat Allah.

491.Dalam perkembangan sejarah, Gereja menjadi sadar bahwa Maria, "dipenuhi dengan rahmat" oleh Allah (Luk 1:28), sudah ditebus sejak ia dikandung. Dan itu diakui oleh dogma "Maria Dikandung tanpa Noda Dosa", yang diumumkan pada tahun 1854 oleh Paus Pius IX:
"... bahwa perawan tersuci Maria sejak saat pertama perkandungannya oleh rahmat yang luar biasa dan oleh pilihan Allah yang mahakuasa karena pahala Yesus Kristus, Penebus umat manusia, telah dibebaskan dari segala noda dosa asal" (DS 2803).

492.Bahwa Maria "sejak saat pertama ia dikandung, dikaruniai cahaya kekudusan yang istimewa" (LG 56), hanya terjadi berkat jasa Kristus: "Karena pahala Puteranya, ia ditebus secara lebih unggul" (LG 53). Lebih dari pribadi tercipta yang mana pun Bapa "memberkati dia dengan segala berkat Roh-Nya oleh persekutuan dengan Kristus di dalam surga" (Ef 1:3). Allah telah memilih dia sebelum dunia dijadikan, supaya ia kudus dan tidak bercacat di hadapan-Nya Bdk. Ef 1:4.

493.Bapa-bapa Gereja Timur menamakan Bunda Allah "Yang suci sempurna" [panhagia]: mereka memuji dia sebagai yang "bersih dari segala noda dosa, seolah-olah dibentuk oleh Roh Kudus dan dijadikan makhluk baru" (LG 56). Karena rahmat Allah, Maria bebas dari setiap dosa pribadi selama hidupnya.

494.Atas pengumuman bahwa ia, oleh kuasa Roh Kudus akan melahirkan "Putera yang maha tinggi" tanpa mempunyai suami Bdk. Luk 1:28-37., Maria menjawab dalam "ketaatan iman" (Rm 1:5), dalam kepastian bahwa "untuk Allah tidak ada sesuatu pun yang mustahil": "Aku ini hamba Tuhan, jadilah padaku menurut perkataanmu" (Luk 1:37-38). Dengan memberikan persetujuannya kepada Sabda Allah, Maria menjadi bunda Yesus. Dengan segenap hati, ia menerima kehendak Allah yang menyelamatkan, tanpa dihalangi satu dosa pun, dan menyerahkan diri seluruhnya sebagai abdi Tuhan kepada pribadi dan karya Puteranya. Di bawah Dia dan bersama Dia, dengan rahmat Allah yang mahakuasa, ia melayani misteri penebusan Bdk. LG 56..
"Sebab, seperti dikatakan oleh santo Ireneus, 'dengan taat Maria menyebabkan keselamatan bagi dirinya maupun bagi segenap umat manusia'. Maka tidak sedikitlah para Bapa zaman kuno, yang dalam pewartaan mereka dengan rela hati menyatakan bersama Ireneus: 'Ikatan yang disebabkan oleh ketidak-taatan Hawa telah diuraikan karena ketaatan Maria; apa yang diikat oleh perawan Hawa karena ia tidak percaya, telah dilepaskan oleh Perawan Maria karena imannya'. Sambil membandingkannya dengan Hawa, mereka menyebut Maria 'bunda mereka yang hidup'. Sering pula mereka nyatakan: 'maut melalui Hawa, hidup melalui Maria"' (LG 56).

<<   >>