Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki,( 67, 834 / 883-901)
SEJARAH PAUS

Ensiklik & Surat Paus

Dokumen KV 2

No: masukkan no. yang dikehedaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi-(catatan kaki lihat versi Cetak) 

Katekismus Gereja Katolik
Katekismus Gereja Katolik
www.imankatolik.or.id
Cari Kata dalam KGK
www.imankatolik.or.id
Nomor:
masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901
Kata:
masukkan kata yang akan dicari untuk
menunjukkan no. katekismus

495.Dalam Injil-injil Maria dinamakan "Bunda Yesus" (Yoh 2:1; 19:25) Bdk. Mat 13:55 dll.. Oleh dorongan Roh Kudus, maka sebelum kelahiran Puteranya ia sudah dihormati sebagai "Bunda Tuhan-Ku" (Luk 1:43). la, yang dikandungnya melalui Roh Kudus sebagai manusia dan yang dengan sesungguhnya telah menjadi Puteranya menurut daging, sungguh benar Putera Bapa yang abadi, Pribadi kedua Tritunggal Maha kudus. Gereja mengakui bahwa Maria dengan sesungguhnya Bunda Allah [Theotokos, Yang melahirkan Allah] Bdk. DS 251.

496.Sudah dalam rumusan-rumusan iman yang pertama Bdk. DS 10-64., Gereja mengakui bahwa Yesus hanya oleh kuasa Roh Kudus dikandung dalam rahim Perawan Maria. Juga segi jasmani dari kejadian ini turut dinyatakan. Ia mengandung Yesus "tanpa benih, dari Roh Kudus" (Sin. Lateran 649: DS 503). Para bapa Gereja melihat dalam perkandungan oleh perawan ini, suatu tanda bahwa sungguh Putera Allah datang ke dalam kodrat manusiawi yang sama dengan kita.
Demikianlah santo Ignasius dari Antiokia [awal abad ke-2] berkata: "Kamu yakin dengan sepenuhnya tentang Tuhan kita, yang dengan sesungguhnya berasal dari keturunan Daud menurut daging Bdk. Rm 1:3., Putera Allah menurut kehendak dan kekuasaan Allah Bdk. Yoh 1:13., sesungguhnya dilahirkan dari seorang perawan..., sesungguhnya menderita dalam pemerintahan Pontius Pilatus... dipaku untuk kita dalam daging... dan ia menderita sesungguhnya, sebagaimana ia juga sungguh membangkitkan Diri" (Smyrn. 1-2).

497.Berita-berita dalam Injil Bdk. Mat 1:18-25; Luk 1:26-38. menanggapi perkandungan yang perawan itu sebagai karya Allah, yang melampaui segala pengertian dan kemampuan manusiawi Bdk. Luk 1:34.. Malaikat berkata kepada Yosef tentang Maria isterinya: "Anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus" (Mat 1:20). Gereja melihat di dalamnya pemenuhan janji, yang Allah berikan melalui nabi Yesaya: "Lihatlah, seorang perawan akan mengandung seorang anak, dan akan melahirkan seorang putera" (Yes 7:14) Menurut terjemahan Yunani dalam: Mat 1:23.

498.Kadang-kadang orang merasa bingung, karena Injil Markus dan surat-surat Perjanjian Baru tidak mengatakan sesuatu pun mengenai perkandungan Maria yang tetap perawan. Orang pun bertanya-tanya, apakah di sini kita tidak berhadapan dengan legenda atau gagasan teologis, yang tidak ada maksud historis. Untuk itu perlu dijawab: Pada awal sejarah Kristen iman akan perkandungan yang perawan menimbulkan pertentangan, ejekan, dan kurangnya pengertian pada orang yang bukan kristen, baik Yahudi mau pun kafir Bdk, misalnya Yustinus, dial. 99,7; Origenes, Cels. 1,32.69.;jadi ia tidak dimotivasi oleh mitologi kafir atau oleh satu penyesuaian kepada ide zaman itu. Arti dari kejadian ini hanya dapat ditangkap oleh iman, yang melihatnya "atas dasar hubungan rahasia-rahasia itu sendiri antara satu sama lain" (DS 3016) dalam seluruh misteri Kristus, mulai dari penjelmaan-Nya menjadi manusia sampai dengan Paska. Sudah oleh santo Ignasius dari Antiokia diberikan kesaksian mengenai hubungan ini: "Bagi sang penguasa dunia ini keperawanan Maria dan persalinannya disembunyikan, demikian pula kematian Tuhan - tiga misteri yang berteriak dengan nyaring, yang terjadi dalam kesunyian Allah" (Eph 19,1) Bdk. 1 Kor 2:8.

499.Pengertian imannya yang lebih dalam tentang keibuan Maria yang perawan, menghantar Gereja kepada pengakuan bahwa Maria dengan sesungguhnya tetap perawan Bdk. DS 427., juga pada waktu kelahiran Putera Allah yang menjadi manusia Bdk. DS 291; 294, 442; 503; 571; 1880.. Oleh kelahiran-Nya "Puteranya tidak mengurangi keutuhan keperawanannya, melainkan justru menyucikannya" (LG 57). Liturgi Gereja menghormati Maria sebagai "yang selalu perawan" [Aeiparthenos] Bdk. LG 52.

500.Kadang-kadang orang mengajukan keberatan bahwa di dalam Kitab Suci dibicarakan tentang saudara dan saudari Yesus Bdk. Mrk 3:31-35; 6:3; 1 Kor 9:5; Gal 1:19.. Gereja selalu menafsirkan teks-teks itu dalam arti, bahwa mereka bukanlah anak-anak lain dari Perawan Maria, Yakobus, dan Yosef yang disebut sebagai "saudara-saudara Yesus" (Mat 13:55), merupakan anak-anak seorang Maria Bdk. Mat 27:56. yang adalah murid Yesus dan yang dinamakan "Maria yang lain" (Mat 28:1). Sesuai dengan cara ungkapan yang dikenal dalam Perjanjian Lama Bdk. misalnya Kej 13:8; 14:16; 29:15., mereka itu sanak saudara Yesus yang dekat.

501.Yesus adalah putera Maria yang tunggal. Tetapi keibuan Maria yang rohani Bdk. Yoh 19:26-27; Why 12:17. mencakup semua manusia, untuknya Yesus telah datang untuk menyelamatkannya: "Ia telah melahirkan putera, yang oleh Allah dijadikan 'yang sulung di antara banyak saudara' (Rm 8:29), yakni umat beriman. Maria bekerja sama dengan cinta kasih keibuannya untuk melahirkan dan mendidik mereka" (LG 63).

502.Dalam hubungan dengan keseluruhan wahyu, pandangan iman dapat menemukan alasan-alasan yang penuh rahasia, mengapa Allah menghendaki dalam rencana keselamatan-Nya, bahwa Putera-Nya dilahirkan oleh seorang perawan. Alasan-alasan ini menyangkut baik pribadi dan perutusan Kristus sebagai Penebus, maupun penerimaan perutusan ini oleh Maria untuk semua manusia.

503.Keperawanan Maria menunjukkan bahwa Allah mempunyai prakarsa absolut dalam penjelmaan menjadi manusia. Yesus hanya mempunyai Allah sebagai Bapa Bdk. Luk 2:48-49.. Ia "tidak pernah asing bagi Bapa-Nya, karena manusia yang sudah ia terima - [Ia adalah Putera] kodrati Bapa menurut keallahan, [Putera] kodrati Bunda menurut kemanusiaan, tetapi ia adalah [Putera] Bapa yang sebenarnya dalam kedua-duanya" (Syn. Friaul 696: DS 619).

504.Yesus dikandung dalam rahim Perawan Maria oleh Roh Kudus, karena ia adalah Adam baru Bdk. 1 Kor 15:45., yang membuka ciptaan baru: "Manusia pertama berasal dari debu tanah dan bersifat jasmani, manusia kedua berasal dari surga" (1 Kor 15:47). Kodrat manusiawi Kristus dipenuhi oleh Roh Kudus sejak perkandungan-Nya karena Allah "mengaruniakan Roh-Nya dengan tidak terbatas" (Yoh 3:34). "Karena dari kepenuhan-Nya" - Kepala umat manusia yang tertebus Bdk. Kol 1:18. - "kita semua menerima kasih karunia demi kasih karunia" (Yoh 1:16).

505.Oleh perkandungan yang perawan, Yesus, Adam baru, memulai kelahiran baru, yang dalam Roh Kudus membuat manusia menjadi anak-anak Allah melalui iman. "Bagaimana hal itu mungkin terjadi?" (Luk 1:34) Bdk. Yoh 3:9.. Keikut-sertaan dalam kehidupan ilahi datang "bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah" (Yoh 1:13). Kehidupan ini diterima secara perawan, karena ia diberikan kepada manusia semata-mata oleh Roh. Sifat keperawanan dari panggilan manusia kepada Allah Bdk. 2 Kor 11:2. terlaksana secara sempurna dalam keibuan Maria yang perawan.

506.Maria adalah perawan, karena keperawanannya adalah tanda imannya, "yang tidak tercemar oleh keraguan sedikit pun" (LG 63), dan karena penyerahannya kepada kehendak Allah yang tidak terbagi Bdk. 1 Kor 7:34-35.. Berkat imannya ia dapat menjadi Bunda Penebus: "Maria lebih berbahagia dalam menerima iman kepada Kristus, daripada dalam mengandung daging Kristus" (Agustinus, virg. 3).

507.Maria adalah perawan sekaligus bunda, karena ia adalah citra hakikat Gereja dan Gereja dalam arti penuh Bdk. LG 63.: Gereja, "oleh menerima Sabda Allah dengan setia pula - menjadi ibu juga. Sebab melalui pewartaan dan baptis, Gereja melahirkan bagi hidup baru yang kekal-abadi putera-putera yang dikandungnya dari Roh Kudus dan lahir dari Allah. Gereja pun perawan, yang dengan utuh-murni menjaga kesetiaan yang dijanjikannya kepada Sang Mempelai. Dan sambil mencontoh Bunda Tuhannya, Gereja dengan kekuatan Roh Kudus secara perawan mempertahankan imannya, keteguhan harapannya, dan ketulusan cinta kasihnya" (LG 64).

508.Dari antara turunan Hawa, Allah memilih perawan Maria menjadi bunda Anak-Nya. "Penuh rahmat" ia adalah "buah penebusan termulia" (SC 103). Sejak saat pertama perkandungannya ia dibebaskan seluruhnya dari noda dosa asal dan sepanjang hidupya ia bebas dari setiap dosa pribadi.

<<   >>