KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 566. | Waktu godaan di padang gurun Yesus menampakkan Diri sebagai Mesias yang rendah hati, yang mengalahkan setan oleh kesetiaan-Nya yang bulat kepada rencana keselamatan yang dikehendaki Bapa.
| | 567. | Dengan perantaraan Kristus mulailah di dunia Kerajaan surga. "Kerajaan ini gemilang di depan manusia dalam sabda, karya, dan kehadiran Kristus" (LG 5). Gereja adalah benih dan awal Kerajaan ini . Kunci-kuncinya dipercayakan kepada Petrus.
| | 568. | Perubahan rupa Kristus hendak menguatkan iman para Rasul menjelang kesengsaraan yang akan datang. Kenaikan ke "gunung yang tinggi" mempersiapkan kenaikan ke gunung Kalvari. Kristus, Kepala Gereja, mewahyukan, apa yang Tubuh-Nya miliki dan sinarkan dalam Sakramen-sakramen: "harapan akan kemuliaan" (Kol 1:27) Bdk. Leo Agung sem. 51,3.
| | 569. | Yesus telah naik dengan sukarela ke Yerusalem dalam kesadaran bahwa di sana Ia akan mati secara kejam, karena perlawanan dari pihak pendosa Bdk. Ibr 12:3.
| | 570. | Masuknya Yesus ke Yerusalem memberi kesaksian tentang kedatangan Kerajaan Allah. Mesias-Raja, yang diterima oleh anak-anak dan orang-orang yang rendah hati di kota-Nya, akan menegakkannya melalui Paskah kematian dan kebangkitan-Nya.
| | 571. | Misteri Paskah salib dan kebangkitan Kristus adalah jantung warta gembira, yang harus disampaikan para Rasul - dan Gereja sebagai penerusnya - kepada dunia. Dalam kematian Putera-Nya Yesus Kristus, rencana keselamatan Allah terpenuhi "satu kali untuk selama-lamanya" (Ibr 9:26).
| << >>
|