KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 569. | Yesus telah naik dengan sukarela ke Yerusalem dalam kesadaran bahwa di sana Ia akan mati secara kejam, karena perlawanan dari pihak pendosa Bdk. Ibr 12:3.
| | 570. | Masuknya Yesus ke Yerusalem memberi kesaksian tentang kedatangan Kerajaan Allah. Mesias-Raja, yang diterima oleh anak-anak dan orang-orang yang rendah hati di kota-Nya, akan menegakkannya melalui Paskah kematian dan kebangkitan-Nya.
| | 571. | Misteri Paskah salib dan kebangkitan Kristus adalah jantung warta gembira, yang harus disampaikan para Rasul - dan Gereja sebagai penerusnya - kepada dunia. Dalam kematian Putera-Nya Yesus Kristus, rencana keselamatan Allah terpenuhi "satu kali untuk selama-lamanya" (Ibr 9:26).
| | 572. | Gereja tetap setia kepada penjelasan "seluruh Kitab Suci", yang Yesus sendiri berikan sebelum dan sesudah Paskah-Nya: "Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?" (Luk 24:26) Bdk. Luk 24:44-45. Kesengsaraan Kristus mendapat bentuk historisnya yang konkret, karena "Ia ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala, dan ahli-ahli Taurat" (Mrk 8:31), yang "menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya Ia diolok-olokkan, disesah dan disalibkan" (Mat 20:19).
| | 573. | Supaya mengerti arti penebusan lebih dalam, iman dapat mencoba masuk ke dalam situasi kematian Yesus, yang disampaikan Injil-injil dengan setia Bdk. DV 19. dan dijelaskan oleh sumber-sumber sejarah yang lain.
| | 574. | Sudah sejak awal kehidupan Yesus di muka umum, orang Farisi dan pengikut Herodes bersama para imam dan ahli Taurat bersepakat untuk membunuh Dia Bdk. Mrk 3:6.. Beberapa dari perbuatan-Nya (pengusiran setan Bdk. Mat 12:24., pengampunan dosa Bdk. Mrk 2:7., penyembuhan pada hari Sabat Bdk. Mrk 3:1-6., penafsiran-Nya yang bebas tentang ketahiran menurut hukum Bdk. Mrk 7:14-23., pergaulan mesra dengan para pemungut cukai dan pelacur Bdk. Mrk 2:14-17.) menimbulkan anggapan pada beberapa orang yang berkehendak jahat bahwa Ia dirasuki setan Bdk. Mrk 3:22, Yoh 8:48; 10:20.. Orang menuduh Dia bahwa Ia menghujah Allah Bdk. Mrk 2:7; Yoh 5:18; 10:33. dan bahwa Ia adalah nabi palsu Bdk. Yoh 7:12; 7:52., dua kejahatan melawan agama, dan untuk itu hukum menentukan hukuman mati dengan lemparan batu Bdk. Yoh 8:59; 10:31.
| | 575. | Untuk para Pemimpin religius di Yerusalem, yang Injil Yohanes sering namakan sebagai "orang Yahudi" Bdk. Yoh 1:19; 2:18; 5:10; 7:13; 9:22; 18:12; 19:38; 20:19., banyak tutur kata dan perbuatan Yesus merupakan "tanda yang harus dibantah" (Luk 2:34), lebih daripada untuk Umat Allah yang biasa Bdk. Yoh 7:48-49.. Memang hubungan Yesus dengan orang Farisi tidak hanya bersifat polemik. Ada juga orang-orang Farisi, yang memperingatkan-Nya akan bahaya yang mengancam Bdk. Luk 13:31.. Yesus memuji beberapa dari mereka, umpamanya ahli Taurat dalam Mrk 12:34, dan Ia berulang-ulang bertamu ke rumah orang Farisi Bdk. Luk 7:36; 14:1.. Yesus mempertegas ajaran-ajaran yang diterima oleh elite religius Umat Allah ini: kebangkitan orang mati Bdk. Mat 22:23-34; Luk 20:39., bentuk-bentuk kesalehan (memberi sedekah, puasa, dan doa Bdk. Mat 6:2-18.), dan kebiasaan menyapa Allah sebagai Bapa, demikian pula tempat sentral cinta kasih kepada Allah dan sesama Bdk. Mrk 12:28-34.
| | 576. | Dalam mata banyak orang di Israel, Yesus rupa-rupanya melanggar keyakinan mendasar dari bangsa terpilih itu:
? melawan ketaatan kepada hukum dalam segala perintah yang tertulis dan, untuk orang Farisi, dalam penjelasan yang diberikan oleh tradisi lisan;
? melawan tempat sentral kenisah Yerusalem sebagai tempat suci, tempat tinggal Allah secara khusus;
? melawan iman akan Allah yang Esa, yang pada kemuliaan-Nya tidak seorang pun dapat mengambil bagian.
| << >>
|