KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 577. | Dalam khotbah di bukit, dalam terang rahmat Perjanjian Baru, Yesus mengambil sikap terhadap hukum yang diberikan di Sinai oleh Allah pada penetapan Perjanjian Lama. Ia mulai dengan satu peringatan meriah:
"Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat, sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan surga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan surga" (Mat 5:17-19).
| | 578. | Untuk Yesus, Mesias Israel, yang terbesar dalam Kerajaan surga, sesuai dengan perkataan-Nya sendiri, memang wajar melaksanakan hukum sepenuhnya, juga perintah yang terkecil sekalipun. Ia malahan satu-satunya orang yang bisa melaksanakan hal itu secara sempurna. Bdk. Yoh 8:46. Seperti orang Yahudi sendiri akui, mereka tidak pernah mampu memenuhi hukum sepenuhnya, tanpa melanggar perintah yang terkecil sekalipun Bdk. Yoh 7:19; Kis 13:38-41; 15:10.. Karena itu, pada perayaan perdamaian tahunan, anak-anak Israel memohon ampun kepada Allah, karena pelanggaran mereka terhadap hukum. Hukum merupakan satu keseluruhan dan, sebagaimana santo Yakobus peringatkan: "Barang siapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya" (Yak 2:10) Bdk. Ga13:10;5:3.
| | 579. | Prinsip ini, bahwa hukum harus dipegang teguh dalam segala penetapannya dan bahkan bukan hanya secara harafiah melainkan sesuai dengan jiwanya, sangat dihargai oleh orang Farisi. Dengan menegaskan prinsip ini kepada Israel, mereka membawa banyak orang Yahudi semasa Yesus menuju semangat religius yang luar biasa Bdk.Rm 10:2.. Supaya semangat ini tidak berkembang menjadi "kasuistik" Bdk. Mat 15:3-7; Luk 11:39-54. yang munafik, Ia harus mempersiapkan bangsa ini untuk campur tangan Tuhan yang luar biasa, yakni pelaksanaan hukum secara sempurna oleh Yang Adil satu-satunya, sebagai pengganti semua orang berdosa Bdk. Yes 53:11; Ibr 9:15.
| | 580. | Dengan demikian pelaksanaan hukum secara sempurna merupakan karya Pemberi hukum ilahi, yang lahir dalam Pribadi Putera sebagai orang yang takluk kepada hukum Bdk.Gal 4:4.. Dalam Yesus, hukum tidak lagi terukir di atas loh-loh batu, tetapi dalam "hati" (Yer 31:33) Hamba Allah. Ia ini "sesungguhnya membawa hukum" (Yes 42:3) dan karena itu telah menjadi "perjanjian untuk umat" (Yes 42:6). Dalam melaksanakan hukum ini, Yesus melangkah sekian jauh, sampai-sampai Ia malahan menanggung "kutuk hukum" mengganti kita (Gal 3:13), kutuk yang dipikul setiap orang "yang tidak setia melakukan segala sesuatu yang tertulis dalam kitab hukum Taurat"(Gal 3: 10). Dengan demikian kematian Yesus "menebuskan pelanggaran-pelanggaran yang telah dilakukan selama perjanjian yang pertama" (Ibr 9:15).
| | 581. | Yesus dipandang oleh orang Yahudi dan pemimpin-pemimpin rohani mereka sebagai "Rabbi" Bdk. Yoh 11:28; 3:2; Mat 22:23-24.34-36.. Ia sering berdiskusi dengan mereka dalam rangka penjelasan hukum seperti dipraktikkan para rabbi. Bdk. Mat 12:5; 9:12; Mrk 2:23-27; Luk 6:6-9; Yoh 7:22-23. Tetapi Yesus tanpa disengaja harus menyinggung perasaan ahli-ahli Taurat, karena ia tidak memberikan penjelasan-Nya sebagai salah seorang dari mereka, tetapi "Ia mengajar... sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat mereka" (Mat 7:28-29). Dalam Dia, Sabda Allah yang sama, yang sudah diperdengarkan di Sinai, untuk memberikan hukum secara tertulis kepada Musa, terdengar lagi di atas gunung sabda bahagia Bdk. Mat 5:1.. Yesus tidak menghapus hukum, tetapi melengkapinya, dengan memberikan penjelasan definitif dari Allah: "Kamu telah mendengar apa yang disampaikan kepada nenek moyang kita... tetapi Aku berkata kepadamu" (Mat 5:33-34). Dengan otoritas ilahi yang sama, Ia mempersalahkan "adat - istiadat manusia" (Mrk 7:8) - artinya adat-istiadat Farisi - yang "menyatakan firman Allah tidak berlaku" (Mrk 7:13).
| | 582. | Tambahan lagi: Hukum mengenai halalnya makanan, yang memainkan peranan besar dalam kehidupan Yahudi, dipenuhi Yesus, dengan menyatakan arti "mendidik" Bdk. Gal 3:24. dari peraturan itu melalui penjelasan ilahi: "bahwa segala sesuatu dari luar yang masuk ke dalam seseorang tidak dapat menajiskannya... Dengan demikian Ia menyatakan semua makanan halal... Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya. Sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan" (Mrk 7:18-21). Dengan otoritas ilahi Yesus memberikan interpretasi hukum yang definitif Dengan berbuat demikian Ia terbentur pada perlawanan ahli-ahli Taurat tertentu, yang tidak menerima penjelasan hukum yang diberi-Nya, walaupun itu disahkan dengan tanda-tanda ilahi yang menyertai-Nya Bdk. Yoh 5:36; 10:25.37-38; 12:37.. Itu berlaku terutama juga mengenai persoalan Sabat: Yesus memperingatkan, sering dengan argumen yang diambil dari tradisi rabbi Bdk. Mrk 2:25-27; Yoh 7:22-24., bahwa istirahat pada hari Sabat tidak dilanggar, baik melalui pelayanan untuk Allah Bdk. Mat 12:5; Bil 28:9. maupun melalui pelayanan bagi sesama Bdk. Luk 13:15-16; 14:3-4. - dan karena itu juga melalui penyembuhan-Nya.
| | 583. | Sebagaimana para nabi sebelumnya, demikian pun Yesus menunjukkan penghormatan yang sangat dalam kepada kenisah Yerusalem. Empat puluh hari sesudah kelahiran-Nya Ia dipersembahkan di sana kepada Allah oleh Yosef dan Maria Bdk. Luk 2:22-39.. Dalam usia dua belas tahun Ia memutuskan untuk tinggal di kenisah, supaya mengingatkan orang-tua-Nya bahwa Ia harus berada di rumah Bapa-Nya Bdk. Luk 2:46-49.. Selama kehidupan-Nya yang tersembunyi Ia pergi setiap tahun paling kurang pada pesta Paskah ke kenisah Bdk. Luk 2:41.. Karya-Nya di muka umum terjadi dalam irama ziarah-ziarah-Nya ke Yerusalem pada hari-hari raya Yahudi yang besar Bdk. Yoh 2:13- 14; 5:1.14; 7:1.10.14; 8:2; 10:22-23.
| | 584. | Yesus naik ke kenisah sebagai tempat yang sangat baik untuk pertemuan dengan Allah. Bagi-Nya kenisah adalah tempat kediaman Bapa-Nya, satu rumah doa, dan Ia sangat marah bahwa halaman depannya dijadikan pasar Bdk. Mat 21:13.. Karena cinta yang penuh semangat kepada Bapa-Nya Ia mengusir pedagang-pedagang keluar dari kenisah: "Jangan membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat untuk berjualan. Murid-murid-Nya mengenangkan kata-kata Kitab Suci: 'Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan aku' (Mzm 69: 10)" (Yoh 2:16-17). Sesudah kebangkitan-Nya para Rasul mempertahankan sikap yang penuh hormat terhadap kenisah Bdk. misalnya Kis 2:46; 3:1; 5:20-21.
| | 585. | Namun sebelum kesengsaraan-Nya Yesus meramalkan penghancuran gedung yang megah ini, padanya tidak akan satu batu tinggal terletak di atas batu yang lain Bdk. Mat 24:1-2.. Itulah satu pratanda akan waktu terakhir, yang mulai dengan Paskah-Nya Bdk. Mat 24:3; Luk 13:35.. Tetapi pada sidang pengadilan terhadap-Nya, ramalan ini ditafsirkan salah oleh saksi-saksi palsu di depan imam agung Bdk. Mrk 14:57-58. dan kemudian Dia Yang Terpaku di salib diolok-olok dengan ramalan itu Bdk. Mat 27:39-40.
| | 586. | Yesus memberikan sebagian besar pengajaran-Nya dalam kenisah Bdk. Yoh 18:20. dan sama sekali tidak bermusuhan dengannya Bdk. Mat 8:4; 23:21; Luk 17:14; Yoh 4:22.. Ia bersedia membayar pajak kenisah bagi Diri sendiri dan bagi Petrus Bdk. Mat 17:24-27., yang baru saja Ia jadikan batu dasar bagi Gereja-Nya yang akan datang Bdk. Mat 16:18.. Ia malahan mengidentikkan diri dengan kenisah, waktu Ia menyatakan Diri sendiri sebagai tempat tinggal Allah yang definitif di antara manusia Bdk. Yoh 2:21; Mat 12:6.. Karena itu pelaksanaan hukuman mati atas tubuh-Nya Bdk. Yoh 2:18-22. menandakan penghancuran kenisah, yang membuka satu masa baru sejarah keselamatan: "Saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem" (Yoh 4:21) Bdk. Yoh 4:23-24; Mat 27:51; Ibr 9:11; Why 21:22.
| | 587. | Jadi, hukum dan kenisah Yerusalem dapat memberi alasan untuk otoritas religius Israel, untuk "menyanggah" Yesus Bdk. Luk 2:34.. Tetapi batu sandungan Bdk. Luk 20:17-18; Mzm 118:22. yang sebenarnya untuk mereka ialah peranan-Nya dalam pengampunan dosa, satu karya yang sesungguhnya ilahi.
| | 588. | Untuk orang Farisi adalah suatu skandal bahwa Yesus makan bersama para pemungut cukai dan para pendosa dengan cara yang sama akrab Bdk. Luk 5:30., sebagaimana dengan mereka sendiri Bdk. Luk 7:36; 11:37; 14:1.. Terhadap mereka yang "menganggap dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain" (Luk 18:9) Bdk. Yoh 7:49; 9:34., Yesus mengatakan: "Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa supaya mereka bertobat" (Luk 5:32). Ya, terhadap orang Farisi Ia menjelaskan bahwa semua orang berada dalam dosa Bdk. Yoh 8:33-36. dan siapa yang menganggap diri tidak membutuhkan keselamatan, ia sudah buta Bdk. Yoh 9:40-41.
| | 589. | Tetapi terutama Yesus lebih menghebohkan lagi, karena Ia menyamakan sikap-Nya yang penuh belas kasih terhadap kaum pendosa dengan sikap Allah terhadap mereka Bdk. Mat 9:13; Hos 6:6.. Waktu Ia duduk makan bersama orang berdosa Bdk. Luk 15:1-2., Ia malahan mengisyaratkan bahwa Ia akan mengizinkan mereka turut serta dalam perjamuan mesianis Bdk. Luk 15:23-32.. Tetapi lebih khusus lagi, Ia menimbulkan masalah bagi pemimpin religius Israel, karena Ia mengampuni dosa. Bukankah mereka benar, ketika penuh rasa heran mereka menanyakan: "Siapa yang dapat mengampuni dosa, selain daripada Allah sendiri?" (Mrk 2:7). Atau Yesus menghujah Allah, waktu Ia mengampuni dosa, karena Ia sebagai manusia menyamakan diri dengan Allah Bdk.Yoh 5:18; 10:33., atau Ia mengatakan kebenaran dan pribadi-Nya mewakili Allah dan mewahyukan nama Allah Bdk. Yoh 17:6.26.
| | 590. | Hanya jati diri ilahi pribadi Yesus dapat membenarkan tuntutan begitu absolut, seperti yang berikut ini: "Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan" (Mat 12:30), atau ungkapan-ungkapan seperti: "Dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari nabi Yunus... lebih dari Salomo" (Mat 12:41-42), "di sini ada yang melebihi Bait Allah" (Mat 12:6). Atau apabila Ia menghubungkan dengan diri-Nya bahwa Daud menamakan Mesias Tuhannya Bdk. Mat 12:36.37., atau mengatakan: "Sebelum Abraham jadi, Aku ada" (Yoh 8:58), dan malahan: "Aku dan Bapa adalah satu" (Yoh 10:30).
| | 591. | Yesus mengajak para pemimpin religius Yerusalem, agar percaya kepada-Nya, karena Ia melaksanakan karya Bapa-Nya Bdk. Yoh 10:36-38.. Akan tetapi, iman semacam ini menuntut suatu kematian bagi diri sendiri supaya, setelah ditarik oleh rahmat ilahi Bdk. Yoh 6:44., bisa "dilahirkan kembali dari atas" (Yoh 3:7). Mengajukan tuntutan pertobatan semacam itu, walaupun janji-janji akan dipenuhi atas cara yang tidak tersangka-sangka Bdk. Yes 53:1., membuat mudah dimengerti bahwa mahkamah agama menjadi korban dari kekeliruan yang tragis, bahwa Yesus adalah seorang penghujah Allah, dan dalam keadaan itu Ia wajar dihukum mati Bdk. Mrk 3:6; Mat 26:64-66.. Para anggotanya bertindak sekaligus karena "ketidak-pahaman" Bdk. Luk 23:34; Kis 3:17-18. dan karena "ketegaran" (Mrk 3:5; Rm 11:25) dalam "ketidak-percayaan" (Rm 11: 20).
| | 592. | Yesus tidak menghapus hukum Sinai, tetapi memenuhinya Bdk. Mat 5:17-19. sedemikian sempurna Bdk. Yoh 8:46., sehingga Ia menyingkap Bdk. Mat 5:33. artinya yang terdalam dan mengampuni pelanggarannya Bdk. Ibr 9:15.
| | 593. | Yesus menghormati kenisah: pada pesta-pesta ziarah Yahudi Ia mengunjungi-Nya, dan Ia mencintai tempat tinggal Allah di tengah-tengah manusia ini dengan cinta yang cemburu. Kenisah mempratandai misteri-Nya. Dengan meramalkan penghancurannya, Ia menyatakan kematian-Nya yang keji dan langkah masuk ke suatu zaman sejarah keselamatan, di mana tubuh-Nya akan menjadi kenisah definitif.
| | 594. | Yesus mengerjakan perbuatan-perbuatan - umpamanya pengampunan dosa - yang mewahyukan Dia sebagai Allah sendiri yang menyelamatkan Bdk. Yoh 5:16-18.. Orang Yahudi tertentu melihat di dalam Dia bukan Allah yang menjadi manusia Bdk. Yoh 1:14., melainkan mereka melihat Dia sebagai "seorang manusia" yang mengangkat diri "sendiri sebagai Allah" (Yoh 10:33), dan menghakimi Dia sebagai penghujah Allah.
| << >>
|