Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki,( 67, 834 / 883-901)
SEJARAH PAUS

Ensiklik & Surat Paus

Dokumen KV 2

No: masukkan no. yang dikehedaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi-(catatan kaki lihat versi Cetak) 

Katekismus Gereja Katolik
Katekismus Gereja Katolik
www.imankatolik.or.id
Cari Kata dalam KGK
www.imankatolik.or.id
Nomor:
masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901
Kata:
masukkan kata yang akan dicari untuk
menunjukkan no. katekismus

595.Pribadi Yesus selalu saja memberi alasan untuk perbedaan pendapat di antara pemimpin religius Yerusalem; seorang Farisi bernama Nikodemus Bdk. Yoh 7:50. - seorang terpandang - dan Yosef Arimatea Bdk. Yoh 19:38-39. adalah pengikut-pengikut Yesus secara diam-diam Bdk. Yoh 9:16-17; 10:19-21.. Malahan Yohanes dapat mengatakan bahwa - bahkan hanya beberapa hari saja sebelum kesengsaraan-Nya - "banyak di antara pemimpin yang percaya kepada-Nya" (Yoh 12:42), walaupun masih sangat tidak sempurna. Itu tidak mengherankan, apabila kita perhatikan bahwa pada hari sesudah Pentekosta... sejumlah besar imam menyerahkan diri dan percaya" (Kis 6:7) dan "beberapa orang dari golongan Farisi telah menjadi percaya" (Kis 15:5). Santo Yakobus dapat mengatakan kepada santo Paulus, bahwa "beribu-ribu orang Yahudi telah menjadi percaya dan mereka semua rajin memelihara hukum Taurat" (Kis 21:20).

596.Para pemimpin religius tidak sependapat Bdk. Yoh 9:16; 10:19. dalam hubungan dengan pertanyaan, bagaimana orang harus bersikap terhadap Yesus. Orang Farisi mengancam mereka yang mengakui Dia dengan pengucilan Bdk. Yoh 9:22.. Beberapa orang merasa khawatir: "Apabila kita biarkan Dia, maka semua orang akan percaya kepada-Nya dan orang-orang Roma akan datang dan akan merampas tempat suci kita serta bangsa kita" (Yoh 11:48). Imam agung Kaifas mengajukan sebuah usul kepada mereka, dengan bernubuat: "Kamu tidak insyaf, bahwa lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita daripada seluruh bangsa kita ini binasa" (Yoh 11:50). Majelis agung yang telah menjatuhkan hukuman mati kepada Yesus sebagai penghujah Allah Bdk. Mat 26:66., tetapi telah kehilangan hak Bdk. Yoh 18:31. untuk melaksanakan hukuman mati, menyerahkan Yesus kepada orang-orang Roma dan menuduh Dia mengadakan pemberontakan Bdk. Luk 23:2., yang menempatkan Dia sejajar dengan Barabas, yang telah didakwa karena "pemberontakan" (Luk 23:19). Para imam kepala juga coba mendesak Pilatus melalui ancaman-ancaman politis supaya menjatuhkan hukuman mati atas diri Yesus. Bdk. Yoh 19:12.15.21.

597.Kalau memperhatikan proses pengadilan Yesus yang berbelit-belit, sebagaimana tampak jelas dalam ceritera-ceritera Injil, dan dosa pribadi dari orang--orang yang terlibat dalam proses itu (Yudas, Majelis Agung, Pilatus) yang hanya diketahui oleh Allah sendiri, maka kita tidak dapat meletakkan tanggung jawab mengenai pengadilan itu pada keseluruhan orang-orang Yahudi di Yerusalem, walaupun ada teriakan dari sekelompok orang yang direkayasa Bdk.Mrk 15:11. dan meskipun tuduhan semacam itu termuat dalam seruan para Rasul untuk bertobat sesudah Pentekosta Bdk. Kis 2:23.36; 3:13-14; 4:10; 5:30; 7:52; 10:39; 13:27-28; 1 Tes 2:14-15.. Yesus sendiri, ketika dari salib mengampuni mereka Bdk. Luk 23:24., dan kemudian Petrus, memaafkan baik orang-orang Yahudi di Yerusalem yang "tidak tahu", maupun para pemimpin mereka (Kis 3:17). Lebih lagi, kita tidak dapat melimpahkan tanggung jawab kepada orang-orang Yahudi lainnya dari zaman dan tempat-tempat lain, semata-mata didasarkan pada teriakan khalayak: "Biarlah darah-Nya ditanggungkan atas kami dan atas anak-anak kami" (Mat 27:25), suatu rumusan untuk mensahkan satu putusan pengadilan Bdk. Kis 5:28; 18:6..
Karena itu Gereja menyatakan dalam Konsili Vatikan II: "Apa yang telah dijalankan selama Ia menderita sengsara tidak begitu saja dapat dibebankan sebagai kesalahan kepada semua orang Yahudi yang hidup ketika itu atau kepada orang Yahudi zaman sekarang... Orang-orang Yahudi jangan digambarkan seolab-olah dibuang oleh Allah atau terkutuk, seakan-akan itu dapat disimpulkan dari Kitab Suci" (NA 4).

598.Dalam magisterium imannya dan dalam kesaksian para kudusnya Gereja tidak pernah melupakan bahwa semua pendosa pun adalah "penyebab dan pelaksana semua siksa yang Kristus derita" (Cat. R. 1,5,11) Bdk. Ibr 12:3.. Karena Gereja sadar bahwa dosa-dosa kita menimpa Kristus sendiri Bdk. Mat 25:45; Kis 9:4-5., ia tidak ragu-ragu mempersalahkan warga Kristen atas penderitaan Kristus - sementara mereka ini terlalu sering melimpahkan tanggung jawab hanya kepada orang Yahudi:
"Tanggung jawab ini terutama mengenai mereka, yang berkali-kali jatuh ke dalam dosa. Oleh karena dosa-dosa kita menghantar Kristus Tuhan kita kepada kematian di kayu salib, maka sesungguhnya, mereka yang bergelinding dalam dosa dan kebiasaan buruk, 'menyalibkan lagi Anak Allah dan menghina-Nya di muka umum' (Ibr 6:6) - satu kejahatan, yang nyatanya lebih berat lagi daripada kejahatan orang-orang Yahudi. Karena mereka ini, seperti yang dikatakan sang Rasul, 'tidak menyalibkan Tuhan yang mulia, kalau sekiranya mereka mengenal-Nya' (1 Kor 2:8). Tetapi kita mengatakan, kita mengenal Dia, walaupun demikian kita seolah-olah menganiaya-Nya waktu kita menyangkal-Nya dengan perbuatan kita" (Catech. R. 1,5,11).

"Setan bukanlah mereka yang menyalibkan-Nya, melainkan engkau, yang bersama mereka menyalibkan-Nya dan masih tetap menyalibkan-Nya, dengan berpuas diri dalam perbuatan jahat dan dalam dosa" (Fransiskus dari Assisi, admon. 5,3).

599.Kematian Yesus yang sangat kejam tidak terjadi kebetulan, karena satu interaksi antara pelbagai faktor dan kondisi yang patut disesalkan. Itu termasuk misteri rencana Allah, sebagaimana santo Petrus sudah menjelaskannya dalam khotbah Pentekosta yang pertama untuk orang Yahudi di Yerusalem: Ia "diserahkan menurut maksud dan rencana Allah" (Kis 2:23). Cara tutur biblis ini tidak mengatakan bahwa mereka yang telah "menyerahkan" Yesus (Kis 3:13), hanya merupakan pelakon tidak bebas dari sebuah skenario yang telah ditentukan oleh Allah sebelumnya.

600.Bagi Allah semua saat adalah masa kini yang tengah berlangsung. Kalau Ia sudah "menentukan" sesuatu sebelumnya dalam rencana-Nya yang abadi, Ia turut memperhitungkan juga jawaban setiap mantisia atas rahmat-Nya: "Sebab sesungguhnya telah berkumpul di dalam kota ini Herodes dan Pontius Pilatus beserta bangsa-bangsa dan suku-suku bangsa Israel Bdk. Mzm 2:1-2. melawan Yesus, Hamba-Mu yang kudus, yang Engkau urapi, untuk melaksanakan segala sesuatu yang telah Engkau tentukan dari semula oleh kuasa dan kehendak-Mu" (Kis 4:27-28). Allah membiarkan perbuatan-perbuatan Bdk. Mat 26:54; Yoh 18:36; 19:11. yang muncul dari kebutaan mereka itu, terjadi untuk melaksanakan rencana keselamatan-Nya Bdk. Kis 3:17-18.

601.Rencana ilahi untuk mendatangkan keselamatan melalui kematian keji "orang benar, hamba-Ku" (Yes 53:11) Bdk. Kis 3:14., sudah dimaklumkan lebih dahulu dalam Kitab Suci, sebagai misteri penebusan yang mencakup segala sesuatu, artinya sebagai tebusan, yang membebaskan manusia dari perhambaan dosa Bdk. Yes 53:11-12; Yoh 8:34-36.. Dalam sebuah pengakuan iman, yang tentangnya Ia berkata, bahwa Ia "telah menerimanya" sendiri (1 Kor 15:3), santo Paulus mengakui: "Kristus telah wafat untuk dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci - (ibid.) Bdk. juga Kis 3:18; 7:52; 13:29; 26:22-23.. Wafat Yesus yang menebuskan terutama memenuhi nubuat mengenai hamba Allah yang menderita Bdk. Yes 53:7-8 dan Kis 8:32-35.. Yesus sendiri menjelaskan arti kehidupan-Nya dan kematian-Nya dalam terang kata-kata hamba Allah ini Bdk. Mat 20:28.. Setelah kebangkitan-Nya Ia memberi penjelasan tentang Kitab Suci ini kepada murid-murid Emaus Bdk. Luk 24:25-27. dan sesudah itu kepada para Rasul sendiri Bdk. Luk 24:44-45.

602.Karena itu santo Petrus dapat merumuskan iman apostolik tentang rencana keselamatan ilahi sebagai berikut: "Kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia, yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu... telah ditebus dengan darah yang mahal yaitu darah Kristus, yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat. Ia telah dipilih sebelum dunia dijadikan, tetapi karena kamu maka Ia baru menyatakan diri-Nya pada zaman akhir" (1 Ptr 1:18-20). Dosa-dosa manusia yang menyusul dosa asal, dihukum dengan kematian Bdk. Rom 5:12; 1 Kor 15:56.. Dengan mengutus Putera-Nya yang tunggal dalam rupa seorang hamba Bdk. Flp 2:7., dalam rupa kodrat manusia yang jatuh dan yang diserahkan kepada kematian karena dosa Bdk. Rm 8:3., Allah telah membuat Dia "yang tidak mengenal dosa... menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah" (2 Kor 5:21).

603.Yesus tidak dibuang [oleh Allah], seakan-akan Ia sendiri telah berdosa Bdk. Yoh 8:46.. Sebaliknya dalam cinta-Nya sebagai Penebus, yang selalu menghubungkan Dia dengan Bapa Bdk. Yoh 8:29., Ia dengan sekian mesra menerima kita, yang hidup jauh dari Allah karena dosa-dosa kita, sehingga di kayu salib ia dapat mengatakan atas nama kita:"Eloi, Eloi lama sabakhtani, yang berarti, Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?" (Mrk 15:34; Mzm 22:2). Karena dengan cara demikian Allah sudah membuat-Nya solider dengan kita, orang berdosa, maka "Ia tidak menyayangkan anak-Nya sendiri, tetapi... menyerahkan-Nya bagi kita semua" (Rm 8:32), sehingga "kita diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya" (Rm 5:10).

604.Dengan menyerahkan Putera-Nya karena dosa kita, Allah menunjukkan bahwa rencana-Nya untuk kita adalah satu keputusan cinta yang penuh kebaikan dan mendahului setiap jasa dari pihak kita: "Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita" (1 Yoh 4:10) Bdk. 1 Yoh 4:19.. "Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa" (Rm 5:8).

605.Cinta ini tidak mengecualikan seorang pun. Yesus mengatakannya pada akhir perumpamaan mengenai domba yang hilang:
"Demikian juga Bapamu yang di surga tidak menghendaki, supaya seorang pun dari anak-anak ini hilang" (Mat 18:14).
Ia menegaskan bahwa Ia menyerahkan hidup-Nya "menjadi tebusan bagi banyak orang" (Mat 20:28). Ungkapan "untuk banyak orang" bukan menyempit, melainkan menempatkan seluruh umat manusia di hadapan pribadi Penebus satu-satunya, yang menyerahkan Diri, untuk menyelamatkannya Bdk. Rm 5:18-19.. Seturut teladan para Rasul Bdk. 2 Kor 5:15; 1 Yoh 2:2., Gereja mengajarkan bahwa Yesus wafat untuk semua manusia tanpa kecuali: "Tidak ada seorang manusia, tidak pernah ada seorang manusia, dan tidak akan ada seorang manusia, yang baginya Ia tidak menderita"
(Sinode Quiercy 853: DS 624).

606.Putera Allah, yang "turun dari surga, bukan untuk melakukan kehendak[-Nya] sendiri, melainkan untuk melakukan kehendak [Bapa] yang telah mengutus[-Nya]" (Yoh 6:38), berkata, "ketika Ia masuk ke dunia:... Sesungguhnya, Aku datang;... untuk melakukan kehendak-Mu, ya Allah-Ku... Dan karena kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus" (Ibr 10:5-10).
Sudah sejak saat pertama penjelmaan-Nya menjadi manusia, Putera menghayati rencana keselamatan ilahi mengenai perutusan-Nya sebagai Penebus: "Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya" (Yoh 4:34). Pengurbanan Diri Yesus "untuk dosa seluruh dunia" (1 Yoh 2:2) adalah pernyataan persekutuan-Nya yang penuh cinta dengan Bapa-Nya: "Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku" (Yoh 10:17). "Dunia [hendaknya] tahu, bahwa Aku mengasihi Bapa dan bahwa Aku melakukan segala sesuatu seperti yang diperintahkan Bapa kepada-Ku" (Yoh 14:31).

607.Kerinduan untuk menghayati rencana kasih penebusan dari Bapa, menjiwai seluruh kehidupan Yesus Bdk. Luk 12:50; 22:15; Mat 16:21-23., karena kesengsaraan-Nya yang menebuskan adalah alasan penjelmaan-Nya menjadi manusia:
"Haruskah Kukatakan: Bapa, selamatkanlah Aku dari saat ini? Tidak, sebab untuk itulah Aku datang ke dalam saat ini" (Yoh 12:27).
"Bukankah Aku harus minum cawan yang diberikan Bapa kepada-Ku?" (Yoh 18:11). Dan waktu bergantung di salib, Ia mengatakan: "Aku haus" (Yoh 19:12) dan baru sesudah itu: "Sudah selesai" (Yoh 19:30).

608.Yohanes Pembaptis setuju membaptis Yesus sama seperti para pendosa Bdk. Luk 3:21; Mat 3:14-15.. "Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: Lihatlah Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia" (Yoh 1:29) Bdk. Yoh 1:36.. Dengan demikian ia memberi kesaksian bahwa Yesus adalah Hamba Allah, yang membiarkan Diri dihantar dengan diam ke tempat pembantaian Bdk. Yes 53:7; Yer 11:19. dan menanggung dosa banyak orang Bdk. Yes 53:12., dan serentak pula domba Paskah, lambang penebusan Israel pada Paskah pertama Bdk. Kel 12:3-11; Yoh 19:36; 1 Kor 5:7.. Seluruh kehidupan Kristus adalah ungkapan perutusan-Nya, "untuk melayani dan memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang" (Mrk 10:45).

609.Karena Yesus menampung cinta Bapa-Nya terhadap manusia dalam hati manusiawi-Nya sendiri, "Ia menunjukkan cinta-Nya kepada mereka sampai kepada kesudahan-Nya" (Yoh 13:1), karena "tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya" (Yoh 15:13). Dengan demikian dalam kesengsaraan dan kematian-Nya kodrat manusiawi-Nya menjadi alat yang sukarela dan sempurna dari cinta ilahi-Nya, yang menghendaki keselamatan manusia Bdk. Ibr 2:10.17-18; 4:15; 5:7-9.. Karena cinta kepada Bapa-Nya dan kepada manusia, yang Bapa hendak selamatkan, Ia menerima kesengsaraan-Nya dan kematian-Nya dengan sukarela: "Tidak seorang pun mengambilnya dari pada-Ku, tetapi Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri" (Yoh 10:18). Karena itu Putera Allah menyongsong kematian dengan kebebasan penuh Bdk. Yob 18:4-6; Mat 26:53.

610."Pada malam waktu Ia diserahkan" (1 Kor 11:23) Yesus mengungkapkan secara meriah dalam perjamuan dengan kedua belas Rasul Bdk. Mat 26:20. penyerahan Diri secara sukarela. Pada malam sebelum sengsara-Nya, waktu Ia masih bebas, Yesus mengadakan perjamuan akhir dengan para murid-Nya sebagai peringatan akan penyerahan diri-Nya secara sukarela kepada Bapa-Nya Bdk. 1 Kor 5:7. demi keselamatan manusia: "Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu" (Luk 22:19); "Inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa" (Mat 26:28).

611.Ekaristi, yang ditetapkan Yesus pada saat ini, menjadi "peringatan" (1 Kor 11:25) kurban-Nya. Ia menerima para Rasul masuk ke dalam penyerahan diri-Nya sendiri dan menghimbau mereka, supaya melanjutkannya Bdk. Luk 22:19.. Dengan demikian, Ia mengangkat para Rasul-Nya sebagai imam-imam Perjanjian Baru: "Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya mereka pun dikuduskan dalam kebenaran" (Yoh 17:19) Bdk. Konsili Trente: DS 1752; 1764.

612.Piala Perjanjian Baru, yang Yesus sampaikan lebih dahulu dalam persembahan-Nya waktu perjamuan malam Bdk. Luk 22:20., diterima-Nya dalam sakratul maut-Nya di Getsemani dari tangan Bapa-Nya Bdk. Mat 26:42., dengan menjadi "taat sampai mati" (Flp 2:8) Bdk. Ibr 5:7- 8.. Yesus berdoa: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari-Ku" (Mat 26:39). Ia menyatakan sikap menolak kematian, yang dialami kodrat manusiawi-Nya. Sebagaimana kodrat kita, kodrat-Nya pun ditentukan untuk kehidupan abadi; tetapi berbeda dengan kodrat kita, kodrat-Nya bebas seutuhnya dari dosa Bdk. Ibr 4:15., penyebab kematian Bdk. Rm 5:12.; tetapi terutama ia diterima dalam Pribadi ilahi, "Pencetus kehidupan" (Kis 3:15), "Yang Hidup" (Why 1:18) Bdk. Yoh 1:4; 5:26.. Dengan kehendak manusiawi-Nya, Ia menyetujui bahwa kehendak Bapa terlaksana Bdk. Mat 26:42., dan dengan demikian menerima kematian sebagai kematian yang menebuskan, supaya "memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya pada kayu salib" (1 Ptr 2:24).

<<   >>