KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 578. | Untuk Yesus, Mesias Israel, yang terbesar dalam Kerajaan surga, sesuai dengan perkataan-Nya sendiri, memang wajar melaksanakan hukum sepenuhnya, juga perintah yang terkecil sekalipun. Ia malahan satu-satunya orang yang bisa melaksanakan hal itu secara sempurna. Bdk. Yoh 8:46. Seperti orang Yahudi sendiri akui, mereka tidak pernah mampu memenuhi hukum sepenuhnya, tanpa melanggar perintah yang terkecil sekalipun Bdk. Yoh 7:19; Kis 13:38-41; 15:10.. Karena itu, pada perayaan perdamaian tahunan, anak-anak Israel memohon ampun kepada Allah, karena pelanggaran mereka terhadap hukum. Hukum merupakan satu keseluruhan dan, sebagaimana santo Yakobus peringatkan: "Barang siapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya" (Yak 2:10) Bdk. Ga13:10;5:3.
| | 579. | Prinsip ini, bahwa hukum harus dipegang teguh dalam segala penetapannya dan bahkan bukan hanya secara harafiah melainkan sesuai dengan jiwanya, sangat dihargai oleh orang Farisi. Dengan menegaskan prinsip ini kepada Israel, mereka membawa banyak orang Yahudi semasa Yesus menuju semangat religius yang luar biasa Bdk.Rm 10:2.. Supaya semangat ini tidak berkembang menjadi "kasuistik" Bdk. Mat 15:3-7; Luk 11:39-54. yang munafik, Ia harus mempersiapkan bangsa ini untuk campur tangan Tuhan yang luar biasa, yakni pelaksanaan hukum secara sempurna oleh Yang Adil satu-satunya, sebagai pengganti semua orang berdosa Bdk. Yes 53:11; Ibr 9:15.
| << >>
|