KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 793. | Ia mempersatukan kita dengan Paskah-Nya. Semua anggota harus berusaha untuk menyamai Dia, "sampai Ia terbentuk dalam mereka (lih. Gal 4:19). Maka dari itu kita diperkenankan memasuki misteri-misteri hidup-Nya, disamakan dengan-Nya, ikut mati dan bangkit bersama dengan-Nya, hingga kita ikut memerintah bersama dengan-Nya" (LG 7).
| | 794. | Ia memperhatikan pertumbuhan kita Bdk. Kol 2:19.. Supaya memungkinkan kita tumbuh menuju Dia, Kepala kita Bdk. Ef 4:11-16., Kristus memperlengkapi Tubuh-Nya, Gereja, dengan anugerah dan pelayanan, yang olehnya kita dapat membantu satu sama lain di jalan keselamatan.
| | 795. | Dengan demikian Kristus dan Gereja membentuk "Kristus paripurna [Christus totus]. Gereja bersatu dengan Kristus. Para kudus sangat sadar akan kesatuan ini:
"Maka, maritah kita bergembira dan berterima kasih bahwa kita tidak hanya menjadi Kristen, tetapi Kristus. Mengertikah Saudara-saudara, dapatkah kanlu memahami rah-mat yang Allah berikan kepada kita, ketika Ia memberikan kepada kita Kristus sebagai Kepala? Kagumilah, bergembiralah, kita sudah menjadi Kristus. Karena kalau Ia Kepala, kita anggota-anggota, maka seluruh manusia adalah Dia dan kita... Kepenuhan Kristus adalah Kepala dan anggota-anggota. Apa artinya: Kepala dan anggota-anggota? Kristus dan Gereja" (Agustinus, ev. Jo. 21,8).
"Penebus kita ternyata satu pribadi dengan Gereja kudus, yang telah Ia miliki" (Gregorius Agung, mor. praef. 1,6,4).
"Kepala dan anggota-anggota seakan-akan merupakan satu pribadi mistik" (Tomas Aqu., s.th. 3,48,2 ad 1).
Iman yang diajarkan oleh guru-guru iman yang kudus dan perasaan sehat umat beriman terungkap dalam perkataan santa Jeanne d Arc kepada hakim-hakimnya: "Tentang Yesus dan Gereja saya berpendapat bahwa semuanya itu adalah satu, dan bahwa orang tidak perlu mempermasalahkannya lagi".
| | 796. | Kesatuan antara Kristus dan Gereja, Kepala dan anggota-anggota Tubuh, berarti juga bahwa kedua-duanya memang berbeda satu dari yang lain, tetapi berada dalam hubungan yang sangat pribadi. Aspek ini sering dinyatakan dengan gambar mempelai pria dan wanita. Bahwa Kristus adalah pengantin pria dari Gereja, telah dinyatakan oleh para nabi, dan Yohanes Pembaptis mengumumkannya Bdk. Yoh 3:29.. Tuhan sendiri menyebut diri sebagai "pengantin pria" (Mrk 2:19) Bdk. Mat 22:1-14; 25:1-13.. Sang Rasul melukiskan Gereja dan setiap umat beriman, yang adalah anggota Tubuh Kristus, sebagai seorang mempelai wanita, yang ia tempatkan sebagai "tunangan" Kristus Tuhan, supaya ia menjadi satu roh dengan Dia Bdk. 1 Kor 6:15-17; 2 Kor 11:2.. Ia adalah pengantin wanita tanpa cacat dari Anak Domba tanpa cacat, Bdk. Why 22:17; Ef 1:4; 5:27. yang "Kristus... kasihi dan untuknya Ia telah menyerahkan diri-Nya,... untuk menguduskannya" (Ef 5:25-26), yang telah Ia ikat dengan diri-Nya melalui perjanjian abadi, dan yang Ia rawat seperti tubuh-Nya sendiri Bdk. Ef 5:29.
"Seluruh Kristus, Kepala dan Tubuh, satu dari yang banyak... Apakah Kepala yang berbicara atau Tubuh yang berbicara, selalu Kristuslah yang berbicara: Ia berbicara baik dalam peranan-Nya sebagai Kepala [ex persona capitis], maupun dalam peranan Tubuh (ex persona corporis). Apa yang tertulis? Keduanya menjadi satu daging. Itu adalah rahasia yang sangat dalam; saya mengenakannya kepada Kristus dan Gereja (Ef 5:31- 32). Dan Tuhan sendiri berkata dalam Injil: Jadi mereka bukan lagi dua melainkan satu daging (Mat 19:6). Seperti kamu tahu, ada dua pribadi tetapi di pihak lain hanya satu oleh hubungan perkawinan... Sebagai kepala Ia menamakan diri mempelai pria, sebagai tubuh mempelai wanita" (Agustinus, Psal. 74,4).
| | 797. | "Sebagaimana roh kita, artinya jiwa kita untuk anggota-anggota kita, demikianlah Roh Kudus untuk anggota-anggota Kristus, untuk Tubuh Kristus, ialah Gereja" (Agustinus, serm. 267,4). "Jadilah jasa Roh Kudus sebagai prinsip yang tidak tampak, bahwa semua bagian tubuh terikat di antara mereka satu dengan yang lain maupun juga dengan Kepala mereka yang mulia, karena Roh itu secara utuh berada dalam Kepala, utuh dalam tubuh, utuh dalam anggota-anggota masing-masing" (Pius XII Ens. "Mystici Corporis": DS 3808). Roh Kudus menjadikan Gereja "kenisah Allah yang hidup" (2 Kor 6:16) Bdk. 1 Kor 3:16-17; Ef 2:21.:
"Anugerah ilahi ini dipercayakan kepada Gereja... di dalamnya dicanangkan persekutuan dengan Kristus, artinya Roh Kudus, penjamin kebakaan, peneguh iman kita, tangga surga menuju Allah... Di mana ada Gereja, di situ ada Roh Allah; dan di mana ada Roh Allah, di sana ada Gereja dan semua rahmat" (Ireneus, haer. 3,24,1).
| | 798. | "Dalam segala bagian tubuh Roh Kudus adalah prinsip bagi setiap tindakan yang membawa kehidupan dan yang benar-benar menyelamatkan" (Pius XII Ens. "Mystici Corporis": DS 3808). Ia melaksanakan dengan berbagai macam cara pembangunan seluruh Tubuh dalam cinta Bdk. Ef 4:16.: oleh Sabda Allah "yang mempunyai kekuatan untuk membangun" (Kis 20:32); oleh Pembaptisan, yang olehnya Ia membangun Tubuh Kristus Bdk 1 Kor 12:13.; oleh Sakramen-sakramen lain, yang memberi kepada anggota-anggota Kristus pertumbuhan dan penyembuhan; oleh "rahmat para Rasul", yang "paling menonjol di antara anugerah-anugerah rahmat" (LG 7); oleh kebajikan-kebajikan, yang menyebabkan perbuatan-perbuatan baik; oleh aneka ragam karunia khusus, yang dinamakan karisma, yang menjadikan umat beriman "cakap dan bersedia untuk menerima pelbagai karya atau tugas, yang berguna untuk membaharui Gereja serta meneruskan pembangunannya" (LG 12) Bdk. AA 3.
| | 799. | Karisma-karisma ini, baik yang mencolok maupun yang sederhana dan biasa, adalah anugerah-anugerah rahmat Roh Kudus, yang langsung atau tidak langsung melayani Gereja: semuanya itu diberikan untuk pembangunan Gereja, untuk kesejahteraan manusia dan untuk kebutuhan dunia.
| | 800. | Karisma-karisma ini harus diterima dengan syukur oleh dia, yang memperolehnya, tetapi juga oleh semua anggota Gereja. Karena mereka adalah kekayaan rahmat yang mengagumkan untuk daya hidup apostolik dan untuk kekudusan seluruh Tubuh Kristus. Yang perlu diperhatikan di sini ialah anugerah-anugerah, yang dengan sesungguhnya berasal dari Roh Kudus, dan anugerah-anugerah itu harus dilaksanakan sedemikian rupa, sehingga mereka menjawab secara penuh prakarsa Roh yang sebenarnya. Pendeknya, anugerah-anugerah itu harus dilaksanakan dalam cinta yang merupakan ukuran karisma yang sebenarnya Bdk. 1 Kor 13.
| | 801. | Dalam arti ini sungguh amat perlu untuk menguji karisma-karisma itu. Tidak ada satu karisma pun membebaskan dari kewajiban untuk menghormati gembala-gembala Gereja dan untuk mentaati mereka, karena "terutama mereka itulah yang berfungsi, bukan untuk memadamkan Roh, melainkan untuk menguji segalanya dan mempertahankan apa yang baik" (LG 12). Semua karisma, yang dalam perbedaan-perbedaannya saling melengkapi, harus bekerja sama sedemikian, sehingga "berguna bagi kepentingan bersama" (1 Kor 12:7) Bdk. LG 30; CL 24.
| | 802. | Yesus Kristus "telah menyerahkan diri-Nya bagi kita untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diri-Nya suatu umat, kepunyaan-Nya sendiri, yang rajin berbuat baik" (Tit 2:14).
| | 803. | "Kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajawi, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri " (1 Ptr 2:9).
| | 804. | Langkah masuk ke dalam Umat Allah terjadi oleh iman dan Pembaptisan. "Semua manusia dipanggil kepada Umat Allah yang baru" (LG 13), supaya "menjadikan manusia satu keluarga dan satu bangsa dalam Kristus " (AG 1).
| | 805. | Gereja adalah Tubuh Kristus. Oleh Roh dan karya-Nya di dalam Sakramen-sakramen, terutama Ekaristi, Kristus yang telah mati dan bangkit membuat persekutuan umat beriman menjadi Tubuh-Nya.
| | 806. | Dalam kesatuan Tubuh ini terdapat perbedaan anggota dan tugas. Semua anggota berhubungan satu dengan yang lain, terutama dengan mereka yang menderita, yang miskin atau yang dihambat.
| | 807. | Gereja adalah Tubuh, dan Kepalanya adalah Kristus. Gereja hidup dari Dia, dalam Dia, dan untuk Dia, Ia hidup bersama Gereja dan dalamnya.
| | 808. | Gereja adalah mempelai wanita Kristus. Ia mengasihinya, dan menyerahkan diri-Nya untuk dia. Ia telah membersihkannya dengan darah-Nya. Ia telah menjadikannya ibu yang subur untuk semua anak Allah.
| | 809. | Gereja adalah kenisah Roh Kudus. Roh adalah sekaligus jiwa Tubuh Mistik, prinsip bagi kehidupannya, bagi kesatuan dalam perbedaan dan bagi kekayaan anugerah-anugerahnya dan karisma.
| | 810. | "Demikianlah seluruh Gereja tampak sebagai umat yang disatukan berdasarkan kesatuan Bapa dan Putera dan Roh Kudus (Siprianus)" (LG 4).
| << >>
|